Jakarta, Anetry.Net – Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan selenggarakan Training of Trainer (ToT) Kurikulum Merdeka untuk para widyaiswara.
Kegiatan ToT itu berlangsung enam hari,
7 - 12 November. Kepala Pusdiklat Teknis, Mastuki saat membuka kegiatan
menyampaikan, TOT tersebut menjadi bagian penting dari implementasi Kurikulum Merdeka yang
akan segera diterapkan di madrasah secara masif pada 2023.
"TOT ini hanya melibatkan sedikit
orang, tapi memiliki dampak yang sangat besar karena dari TOT ini para peserta
akan mengimplementasikannya di lapangan. Jadi mohon ikuti seluruh rangkaian
acara dengan sungguh-sungguh," tuturnya di Ciputat, Senin (7/11) lalu.
Mastuki menuturkan, TOT ini diselenggarakan
bekerja sama dengan Direktorat Kurikulum, Sarana Prasarana, Kesiswaan, dan
Kelembagaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Tujuannya,
agar materi TOT relevan dan sesuai kebutuhan guru madrasah. Apalagi, leading sector implementasi Kurikulum Merdeka di Kementerian Agama adalah
Direktorat KSKK Madrasah.
"Sekarang adalah eranya kolaborasi.
Kita tidak bisa bekerja sendiri, harus bekerjasama dengan unit lain agar yang
kita lakukan tepat. Seperti TOT Kurikulum Merdeka ini, karena unit pembinanya
di direktorat, ya kita harus bekerja sama dengan direktorat," pintanya.
TOT Kurikulum Merdeka diikuti 60
widyaiswara dari Pusdiklat Teknis, dan perwakilan dari 14 Balai Diklat
Keagamaan. Sementara trainer TOT berasal dari Tim Pengembang Implementasi
Kurikulum Merdeka Direktorat KSKK Madrasah.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.