Jakarta, Anetry.Net – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mendorong pemerintah untuk membangun soliditas antar lembaga dengan Pemda guna selesaikan permasalahan GTK-PPPK.
“Tuntaskan dulu di level (pemerintah,red) pusat baru
nanti kita ajak untuk komunikasi ulang untuk ketemu teman (pemerintah, red)
daerah. Bahwa (permasalahan, red) ini perlu kita tuntaskan karena daerah
sama-sama punya kepentingan untuk mendorong formasi. Karena mereka ada
kebutuhan untuk guru-guru juga,” ungkap Huda kepada Parlementaria di
Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (3/11) lalu.
Huda menjelaskan, sejak awal dibukanya seleksi 1
juta guru honorer menjadi ASN jalur PPPK, Komisi X sudah minta agar jangan
ditambahi kepentingan lain untuk rekrutmen di luar guru honorer yang sudah
mengabdi lama.
Komisi X, tambahnya, menilai potensi-potensi tambal sulam
tersebut sudah dirasakan sejak awal. Namun dalam prosesnya, muncul tambahan
kriteria lain, seperti fresh graduate dan guru honorer swasta, juga skema baru
seperti afirmasi poin.
“Jadi dari awal memang kita sudah merasakan ada,
kira-kira akan tambal sulam. Itu yang kita ingatkan terus-menerus kepada
Kemendikbud bahwa semangat kita rekrutmen PPPK kan, guru honorer yang menjadi
PPPK ini kan semangatnya mengafirmasi percepatan kesejahteraan guru yang sudah
mengabdi lama,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan bahwa justru yang terjadi saat ini
malah muncul berbagai masalah, seperti guru yang mengabdi lama tidak dapat
afirmasi lebih. Bahkan, banyak yang tidak lolos serta terjadi migrasi guru
honorer swasta ke sekolah negeri. Sehingga, eksisting guru honorer baik di
swasta maupun di negeri menjadi dirugikan.
“Jadi dua-duanya rugi. ini nggak boleh terjadi
lagi, udah,” tegasnya
Ia pun meminta Kemendikbudristek membuat skema
perencanaan yang komprehensif dan detail guna memastikan agar proses rekrutmen
guru ini dikembalikan pada semangat awalnya.
“Yaitu mengkonfirmasi guru-guru honorer yang sudah
mengabdi lama. Nah baru kemudian tahap berikutnya menuntaskan rekrutmen
berbasis kepada teman-teman yang baru fresh graduate karena memang butuh juga
tenaga guru yang baru yang fresh dan punya pengalaman baru karena punya
disiplin pengajaran yang baru dari kampus kampus kita,” tutup politisi asal
Jawa Barat ini. (parlementaria/Foto:
Runi/Man)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.