Jakarta, Anetry.Net – Pengangkatan satu juta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTk) PPPK tidak memiliki perencanaan yang matang.
Hal itu
merupakan penilaian Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi. Pasalnya, Program GTK PPPK
tersebut hingga kini belum selesai dan masih memiliki banyak masalah.
“Kelihatannya dari situasi yang makin hari makin ruwet
ini berarti memang (pemerintah) tidak ada visi yang sama dalam memberikan
solusi pengangkatan PPPK yang paling efektif itu apa,” ujar Purnamasidi
kepada Parlementaria, di sela Rapat Kerja Kemendikbudristek RI di Gedung
Nusantara I, DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (3/11).
Selain itu, dirinya menilai bahwa dalam pelaksanaan
seleksi GTK PPPK ini koordinasi antar-stakeholder masih kurang. Sebab,
pelaksanaan seleksi tersebut melibatkan banyak kementerian/lembaga seperti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian PAN-RB, Kementerian Dalam
Negeri, Kementerian keuangan, dan juga pemerintah daerah.
Dirinya pun mempertanyakan alasan awalnya pemerintah
pusat memberikan kesempatan ke pemerintah daerah untuk menetapkan kuota. Namun,
di saat kuota tersebut sudah diberikan pemerintah daerah malah sekarang
pemerintah daerah itu sendiri tidak dapat menyerapnya.
“Kenapa malah formasi yang telah ditetapkan lebih kecil
daripada kuota? Ini mengindikasikan bahwa pemerintah saat membuat kuota
tersebut tidak berdasarkan data di lapangan. Bisa juga karena pada akhirnya
pemerintah pusat pun juga tidak menyiapkan infrastruktur anggaran yang
dibutuhkan oleh daerah untuk menggaji sekaligus memberikan tunjangan,” terka
legislator dapil Jawa Timur IV itu.
Dia menegaskan kunci menyelesaikan masalah seleksi GTK
PPPK ini ada di hulu, yaitu menyinkronkan antara kuota dengan jumlah formasi,
selain daripada anggaran yang dibutuhkan pemerintah pusat harus ini benar-benar
disiapkan.
“Padahal kan menurut kita pendidikan itu adalah investasi
Sumber Daya Manusia (SDM). Nah kalau nggak kita investasikan dari
sekarang maka kita yakin 5-10 tahun yang akan datang SDM kita indeksnya pasti
akan turun,” tutup Purnamasidi. (parlementaria/ Foto: Mentari/nvl)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.