Surabaya, Anetry.Net – Sejumlah kasus kematian akibat gagal ginjal akut pada anak-anak belakangan ini kian membuat resah masyarakat.
Menyikapi fenomena ini membuat pakar
Farmasi Universitas Airlangga (Unair), Prof Junaidi Khotib, SSi. Apt. M.Kes. PhD, memberikan beberapa tips
aman dalam memilih obat pada anak. Junaidi memaparkan setidaknya terdapat tiga
hal yang harus diperhatikan.
Pertama, seiring dengan maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak,
masyarakat dituntut untuk lebih selektif dalam memilih obat yang aman. Junaidi
mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi dan sumber resmi dari
pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan
Makanan).
“Masyarakat harus mengikuti informasi
dan sumber resmi pemerintah, karena yang tahu dan berwenang dalam menentukan hold,
penundaan, atau penarikan obat sirup mengandung etilen glikol dan dietilen
glikol ‘kan pemerintah. Terlebih lagi sekarang sudah ada listing atau
daftar obat-obat yang ditarik, sehingga masyarakat bisa mengacu ke sana, insyaAllah aman,”
ujar Junaidi dilansir dari laman Unair, Sabtu (5/11).
Kedua, dalam paparannya Junaidi juga mengingatkan, selain bentuk sirup, terdapat bentuk
sediaan obat lain yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak. Salah satu bentuk sediaan
obat tersebut ialah puyer. Bentuk sediaan obat, terang Junaidi, bisa menjadi salah satu opsi
aman dalam memilih obat untuk anak.
“Tentu tidak satu-satunya sirup itu bentuk sediaan yang
bisa diberikan pada anak. Ada bentuk sediaan lain, misalnya puyer, itu juga
bisa digunakan. Meskipun mungkin rasanya pahit, tetapi ini bisa menjadi
opsi di tengah maraknya kasus ini,” imbuh Junaidi.
Selanjutnya yang
ketiga, sebut Junaidi menambahkan, masyarakat harus
melibatkan peran serta dokter dan apoteker dalam menentukan obat aman bagi
anak. Keduanya memiliki andil penting dalam memberikan bantuan konsultasi serta
resep obat pada masyarakat.
“Ketika obat-obat tersebut harus dengan
resep dokter, maka tentu saja mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan
dokter, sebelum selanjutnya datang ke apotek. Di apotek, mereka bertemu
apoteker, di sana apoteker pasti memberikan informasi mana obat yang baik,
aman, serta tidak menimbulkan potensi gagal ginjal,” ujarnya.
Junaidi juga berpesan pada masyarakat
untuk tidak panik dalam menghadapi situasi ini. Namun demikian, masyarakat
tetap harus waspada agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.