Memilih Obat Aman untuk Anak? Ini Penjelasan Pakar Farmasi - Salingka Nagari

Info Terkini

Post Top Ad


Sabtu, 05 November 2022

Memilih Obat Aman untuk Anak? Ini Penjelasan Pakar Farmasi


Surabaya, Anetry.Net
–  Sejumlah kasus kematian akibat gagal ginjal akut pada anak-anak belakangan ini kian membuat resah masyarakat.

 

Menyikapi fenomena ini membuat pakar Farmasi Universitas Airlangga (Unair), Prof Junaidi Khotib, SSi. Apt. M.Kes. PhD, memberikan beberapa tips aman dalam memilih obat pada anak. Junaidi memaparkan setidaknya terdapat tiga hal yang harus diperhatikan.

 

Pertama, seiring dengan maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak, masyarakat dituntut untuk lebih selektif dalam memilih obat yang aman. Junaidi mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi dan sumber resmi dari pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

 

“Masyarakat harus mengikuti informasi dan sumber resmi pemerintah, karena yang tahu dan berwenang dalam menentukan hold, penundaan, atau penarikan obat sirup mengandung etilen glikol dan dietilen glikol ‘kan pemerintah. Terlebih lagi sekarang sudah ada listing atau daftar obat-obat yang ditarik, sehingga masyarakat bisa mengacu ke sana, insyaAllah aman,” ujar Junaidi dilansir dari laman Unair, Sabtu (5/11).

 

Kedua, dalam paparannya Junaidi juga mengingatkan, selain bentuk sirup, terdapat bentuk sediaan obat lain yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak. Salah satu bentuk sediaan obat tersebut ialah puyer. Bentuk sediaan obat, terang Junaidi, bisa menjadi salah satu opsi aman dalam memilih obat untuk anak.

 

Tentu tidak satu-satunya sirup itu bentuk sediaan yang bisa diberikan pada anak. Ada bentuk sediaan lain, misalnya puyer, itu juga bisa digunakan.  Meskipun mungkin rasanya pahit, tetapi ini bisa menjadi opsi di tengah maraknya kasus ini,” imbuh Junaidi.

 

Selanjutnya yang ketiga, sebut  Junaidi menambahkan, masyarakat harus melibatkan peran serta dokter dan apoteker dalam menentukan obat aman bagi anak. Keduanya memiliki andil penting dalam memberikan bantuan konsultasi serta resep obat pada masyarakat.

 

“Ketika obat-obat tersebut harus dengan resep dokter, maka tentu saja mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, sebelum selanjutnya datang ke apotek. Di apotek, mereka bertemu apoteker, di sana apoteker pasti memberikan informasi mana obat yang baik, aman, serta tidak menimbulkan potensi gagal ginjal,” ujarnya.

 

Junaidi juga berpesan pada masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi situasi ini. Namun demikian, masyarakat tetap harus waspada agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

 

“Saya harap masyarakat juga tidak panik dengan hal yang sedang kita hadapi ini. Tentu semua prihatin. Oleh karena itu, kejadian ini harus kita waspadai agar tidak terjadi di masa mendatang," pungkasnya. (medcom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Post Top Ad